BM DIAH menyimpan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945 selama 49 Tahun

Naskah Asli Teks Proklamasi

Naskah Asli Teks Proklamasi – Burhanuddin Mohammad Diah, wartawan senior Harian Merdeka ternyata sempat menyimpan Naskah Asli Teks Proklamasi 17 Agustus 1945 asli dengan tulisan tangan Presiden RI Pertama Sukarno, bagaimana ceritanya, yuk simak.

BM DIAH menyimpan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945 selama 49 Tahun

Ceritanya berawal dari saat BM Diah mengambil Naskah Asli Teks Proklamasi yang dibuang pengetik naskah proklamasi, Sayuti Melik. Dasman Djamaluddin, penulis buku ‘Butir-butir Padi B.M. Diah, Tokoh Sejarah yang Menghayati Zaman’menceritakan saat Sayuti Malik mengetik Naskah Asli Proklamasi BM Diah sedang melihat dari belakang.

Menurut Dasman, Sayuti Melik membuang Naskah Asli Teks Proklamasi tulisan tangan Bung Karno ke tempat sampah. Karena yang dipakai saat memproklamirkan kemerdekaan adalah naskah hasil ketikan Sayuti. BM Diah kemudian mengambil Naskah Asli Teks Proklamasi itu, dan memasukkannya ke dalam saku.

BM Diah sendiri merupakan salah satu tokoh sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada malam 16 Agustus 1945, BM Diah hadir dalam perumusan naskah proklamasi.

Naskah Asli Teks Proklamasi itu kemudian disimpan oleh BM Diah, hingga 49 tahun kemudian. Naskah Asli Teks Proklamasi itu sampai dibawa Diah ketika bertugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand dan Ceko.

Diah kemudian mendirikan Harian Merdeka beberapa waktu setelah Indonesia merdeka. Naskah Asli Teks Proklamasi yang disimpan BM Diah menunjukkan Diah seorang wartawan yang memiliki Feeling jurnalis, itu momen yang sangat penting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Barulah pada tanggal 29 Mei 1992 BM Diah menyerahkan Naskah Asli Teks Proklamasi 17 Agustus 1945 itu ke Presiden Soeharto. Kala itu, Diah sudah pensiun dan sudah menginjak usia 75 tahun. Penyerahan Naskah Asli Teks Proklamasi tersebut diabadikan wartawan, karena sebelumnya dikira sudah hilang. Terimakasih BM Diah, karena Diah kita dapat melihat Naskah Asli Teks Proklamasi yang ditulis tangan Soekarno.

Tag:
author

Penulis: 

Hanya orang biasa yang hidup biasa dan ingin jadi manusia yang biasa-biasa saja dalam dunia yang serba biasa.