Game Figth of Gods di Malaysia Diblokir

 

Sesuai dengan dugaan, bahwasanya game yang bernama Figth of Gods yang belum lama diluncurkan tersbeut di platform Steam ini banyak menimbulkan kontroversi di beberapa negara. Salah satunya yakni Malaysia yang memprotes game pertarungan antara nabi dengan dewa tersebut.

Seperti yang diketahui bahwa Fight of Gods tersebut merupakan game dengan genre fighting. Akan tetapi game yang sesuai dengan namanya tersebut, game ini menyajikan karater para petarung yang berwujudkan nabi, dewa, dan bahkan Tuhan dari beberapa agama seperti Nabi Musa, Yesus, Odin, Buddha dan lain-lain.

Sebegai bentuk protesa, pemerintah Malaysia langsung melakukan tindakan cepat dengan memblokir akses Steam yang berada di Negeri Jiran tersebut. Pemblokiran yag dilakukan oleh Malaysia Communication and Multimedia Commission (MCMC) terpaksa melakukan hal tersebut yang dikarenakan tidak adanya respon dari sejumlah pulisher tentang game tersebut.

Tindakan pemerintah Malaysia

“Tindakan tersebut memang diperlukan agar dapat melindungi penggunnya serta mencegah sejumlah insiden yang tidak diinginkan oleh pemerintah. Dengan memastikan solidaritasm harmoni serta kesejahteraan masyarakat yang multi ras dan juga multi agama dinegara ini ialah tujuan utama dari pemerintah. Pemerintah tidak akan memberikan kompromi dengan tindakan apapun yang bisa membahayakan dari game ini,” ungkap Salleh Said Keruak, Miniester of Communication and Multimedia Commission Malaysia  yang dikutip dari Ubergizmo, pada Senin (11/09/2017).

Selaku pemilik Steam, Valve tidak ingin malasah tersebut lebih berlarut-larut. Akhirnya Valve memutuskan untuk menghapus game yang bernama Fight of Gods dari Steam Regional Malaysia. Kemudian Valve yang diwakili oleh Doug Lombardi juga telah mengklaim bahwa pihaknya telah menghubungi developer untuk membahas hal tersebut.

“Kami juga sudah mengubungi pihak developer serta menghapus penjualan game tersebut, dan kami akan menghubungi pemerintah Malaysia untuk membuka blokir game itu. Kami meminta maaf atas kesalahan dan ketidaknyaman ini,” kata Doug Lombardi.

Sedangkan publisher game terebut yaknbi PQube telah menyangkal bahwa dirinya tidak menerima teguran dari pemerintah Negeri Jiran tersebut. Mereka mengaku sangat kecewa, sebab pemerintah Malaysia membatasi kebebasan memilih.

 

Beri rating artikel ini!
Tag:
author

Penulis: