Remaja di Kendari Berlaku Aneh di Duga Akibat Konsumsi Obat PCC

 

Sebuah peristiwa mengerikan menimpa puluhan remaja di kota Kendari Sulawesi Tenggara sejak selasa hingga kamis kemarin. Peristiwa itu terjadi setelah remaja yang mencapai sekitar 50 orang tersebut mengonsumsi obatan tertentu. Kengerian muncul tat kala puluhan remaja itu berlaku aneh layaknya orang mabuk dan kehilangan akal sehat, parahnya lagi satu di antara mereka yang masih duduk di bangku kelas 6 Sd harus meregang nyawa setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.

Sedangkan dua remaja lain tewas karena menceburkan diri ke laut. Usia mereka bervariasi, mulai dari susuk di bangku sekolah dasar hingga pegawai, kejadian itu berlangsung cepat hanya dalam waktu dua hari. Kondisi kota Kendari pun sempat mencekam, saat beberapa unit gawat darurat di Rumah Sakit di banjiri pasien yang mengalami gangguan serupa.

Akibat efek paarah yang di timbulkan obat belakangan di ketahui termasuk jenis narkoba, keseluruh korban sampai berlaku seperti orang kelainan jiwa. Mereka berteriak tak terkendali, berbicara ngawur, mengamuk hingga ingin melukai diri sendiri. Kepanikan tak bisa di hindari oleh para warga, terutama para orang tua para remaja tersebut. Mereka lantas membawa anak-anak mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, bahkan mereka sampai harus di ikat di tempat tidur masing-masing karena gerakan yang tak  terkendali. 26 di antara sekitar 50 korban terpaksa harus di rawat di rumah sakit jiwa setempat, sayangnya nasib na’as menimpa sd siswa kelas 6 SD yang meninggal dunia akibat obat tersebut selasa 12 September lalu.

Sementara korban lain Rezki dan Mulyadi berusia 20 dan 18 tahun di temukan tewas oleh tim sar di teluk Kendari pada rabu kemarin. Rezki dan Mulyadi di duga kuat mengonsumsi obat yang bernama PCC itu, dan karena efek yang ditimbulkan menceburkn diri ke laut hingga tengelam. Mengerikannya lagi Mulyadi di temukan sudah dalam keadaan membusuk.

Melihat peristiwa mengejutkan tersebut, pemerintah kota Kendari lantas turun tangan bersama dengan kepolisian dan badan narkotika Nasional daerah setempat.

 

 

Tag:
author

Penulis: