Obat PCC Semakin Banyak Meregang Nyawa

 

Kejadian yang mengemparkan di kota Kendari, membuat mata masyarakat Indonesia terbelalak akan dampak buruk dari obat PCC, bagaimana tidak kondisi puluhan remaja yang sebagian masih berstatus sebagai pelajar berubah lemah dan nyaris tak sadarkan diri. Dalam sebuah video yang sempat mengegerkan public dalam beberapa hari terakhir, memperlihatkan efek penggunaan PCC yang begitu luar biasa mengerikan. Anak-anak malang tersebut bak kesurupan lantaran tingkah lakunya sudah tidak bisa di kendalikan, rasa cemas dan khawatir seakan berjalan beriringan melihat suasana kota Kendari yang berubah menjadi suasana nan mencekam. Obat PCC dengan gagahnya menaklukkan akal sehat para korbannya.

Hingga kini, tercatat sebanyak 57 pasien korban obat PCC di rawat di rumah sakit, 50 pasien diantaranya berjenis kelamin laki-laki dan 7 sisanya adalah perempuan. Yang menyedihkan lubang kelam tersebut dengan mudahnya menyasar segala tingkatan usia dan tak memandang laki-laki atau perempuan. Mirisnya lagi, di peristiwa yang masuk dalam kategori kejadian luar biasa di Kota Kendari menyasar berbagai tingkatan status korbannya. Sebut saja tingkat SD, SMP, SMA, Mahasiswa, hingga orang tua. Efek mengerikan PCC perlu menjadi perhatian bagi setiap masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak dari sederet video yang tersebar di jagad maya kini, membukakan mata bahwa obat PCC adalah obat yang berbahaya dan wajib untuk di hindari.

“Disampaikan kepada pemerintah kota Kendari, tolong itu obat di musnahkan,”Ungkap salah seorang warga kota Kendari.

Obat PCC yang sudah masuk ke dalam tubuh membuat pengguananya gelisah, berhalusinasi hingga berteriak-teriak seperti orang yang memiliki gangguan mental. Dalam beberapa video yang tersebar di dunia maya, memperlihatkan remaja yang hilang kesadaran dan berperilaku tidak normal, bahkan di antaranya berlaku seperti orang kelainan jiwa.

Akibat efek megerikan yang di timbulkan obat PCC ini, korban yang di ketahui telah menelan butir obat PCC ini terlihat tidak terkendalikan hingga ke dua tangan mereka harus di ikat di atas kasur rumah sakit.

 

Beri rating artikel ini!
Tag:
author

Penulis: