Indonesia Menjadi Negara Ke-3 Yang Punya Satelit Pemancar Domestik

 

18 Juli 1976 untuk pertama kalinya Indonesia meluncurkan satelit yang di beri nama Palapa 1. Indonesia menjadi Negara ke tiga yang memiliki satelit pemancar domestic setelah Amerika Serikat dan Kanada.

“Palapa pada tahun 70 an itu, memang memacu Indonesia untuk merancang staelit. Tetapi kalau kita lihat memang menjadi lambat sekali bila di bandingkan dengan Negara-negara lain,”Ungkap Mujtahid selaku Kepala Pusat Teknologi Satelit Lapan.

Satelit merupakan tekhnologi angkasa luar yang kini menjadi keharusan bagi sebuah Negara, terutama bagi Indonesia yang merupakan Negara kepulauan. Tekhnologi gelombang radio dari satelit mampu memberikan akses koneksi antar pulau yang sulit di jangkau secara fisik. Sayangnya, penguasaan teknologi satelit belum menjadi prioritas pemerintah.

“Memang kita harus banyak mengejar, dan terutama korea, cina, dan jepang juga menawarkan kita untuk kerjasama. Tetapi seperti yang kita ketahui bersama bahwa di Indonesia SDM satelit dan sebagainya semisal pendanaan itu masih lemah dan belum ada politik-politik yang bagus dari pemerintah untuk kemajuan penguasaan teknologi satelit ini,”Jelas Mujtahid.

Dengan segala hambatannya jalan menuju kemandirian antariksa memang masih panjang. Namun kenyataan itu, justru memacu semangat lapan untuk mengejar ketinggalan. Secara bertahap lapan berhasil menciptakan beberapa satelit, yang sepenuhnya karya anak bangsa. Walaupun dalam taraf mikro satelit.

September 2015, satelit lapan A2 yang di kembangkan di Bungur Bogor di luncurkan di India. Menyusul kemudian satelit lapan A3 mengorbit di bulan Juni 2016, pada ketinggian 500km.

Letak Indonesia di katulistiwa merupakan anugerah, karena memiliki potensi yang sangat tinggi secara ekonomi. Meluncurkan satelit di katulistiwa membutuhkan bahan bakar yang elbih sedikit. Demikian juga dengan bisnis Ground Station atau system kendali bumi, harga sewa system kendali bumi di daerah katulistiwa jauh lebih mahal di bandingkan dengan harga sewa di daerah kutub.

Keseriusan lapan perlahan membuahkan hasil, karya anak bangsa telah memberi manfaat di berbagai bidang. Kini cita-cita untuk memiliki roket peluncur satelit sendiri menanti di depan mata.

 

Tag:
author

Penulis: