Malangnya Ibu Sumiati Digugat Anak Kandung Dan Rumah Disita

 

Lain halnya dengan kisah seorang ibu berusia 70 tahun asal kota Kediri Sumiati yang harus menelan pil pahit karena di perkarakan oleh dua anak kandungnya pada bulan April lalu perihal pembagian harta warisan pasca kepergian dari suami tercinta.

Dalam surat wasiatnya, almarhum sang suami menginginkan adanya pembagian yang adil untuk istri dan kelima anaknya, berupa sebuah rumah dan tanah sebidang tanah 1300m. Namun, anak pertama dan ke empat dari pasangan ini mengaku jika keduanya tidak mendapatkan hak mereka atas warisan itu. Merasa geram, keduanya pun menduga jika ibundanya mereka sengaja menguasai semua kekayaan itu seorang diri.

Tanpa mereka sadari, semua ini merupakan sebuah kesalah pahaman, karena ternyata seluruh sertifikat rumah dan tanah sudah berpindah tangan atas keeteldoran anak bungsu Sumiati yakni Erni yang telah mengajukan pinjaman ke bank dengan agunan sertifikat rumah orang tuanya tanpa di ketahui oleh siapapun. Erni pun merasa sangat sedih dan merasa bersalah karena apa yang ia lakukan ternyata berakhir dengan peristiwa memilukan seperti ini.

Rumah penuh kenangan yang telah Sumiati bagun dengan perjuangan bersama sang suami tercinta pun harus ia relakan jatuh ke tangan bank, karena perkara yang tidak kunjung mencapai titik temu.

5 bulan telah berlalu setelah dirinya di meja hijaukan oleh kedua anak kandungnya, Sumiati pun harus pasrah tinggal bersama anak-anak jalanan dalam sebuah rumah binaan yang di sediakan oleh pemerintah kota Kediri untuk membina anak-anak jalanan dan komunitas punk.

Tidak hanya Sumiati, anak bungsunya Erni beserta menantu dan cucu-cucunya juga terpaksa tinggal di sana. Merasakan beban hidup yang begitu berat di usianya yang telah menginjak 70 tahun, Sumiatipun terkadang tidak sanggup menahan tanggis yang jatuh di pipinya. Meskipun telah di gugat oleh ke dua anaknya, namun Sumiati mengatakan jika rasa sayangnya terhadap semua anaknya tidak pernah pudar dan akan tetap sama. Ia pun tidak menaruh benci kepada mereka, ia justru berharap agar kepemilikan rumah kembali ke tangannya agar ia bisa kembali menempati rumah penuh kenangan tersebut bersama anak-anaknya dan memulai lembar baru di kehidupan yang lebih cerah sebelum sang pencipta memanggilnya.

Tag:
author

Penulis: