Dimana Dirimu, Wahai Petani Muda?

 

Dalam pidatonya di siang terbuka Dies Natalies InstituPertanian Bogor (IPB) ke-54, Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, menyanyangkan bahwa alumni IPB lebih banyak menjadi pegawai bank, mulai dar direksi sampai manajer, daripada yang menjadi petani.

Presiden Jokowi mengatakan juga, lulusan IPB seharusnya bias terjun bekerja pada sector pertanian  yang lebih modern. “Kalau begini siapa  yang ingin jadi petani? Pertanyaan ini adalah yang harus bias dijawab oleh mahasiswa,”Ungkap JokoWidodo.

Fakta menunjukan bahwa minat kalangan pemuda dalam sector pertanian memang sudah semakin menurun, Jadi ungkapan dan juga pertanyaan yang dikatakan pak Jokowi sangat tepat dan harus mengusik hati seluruh pihak yang terkait dengan dunia pertanian. Dalam data BPS tahun 2013, sector pertanian saat itu lebih didominasi oleh petani usia lanjut dari pada petani muda.

 

 

Petani yang berusia dibawah 34 tahun hanya tercatat 3,36juta (12,85%) dari tota; 26,14 juta rumah tangga petani. Dengan demikian, maka 87,15% dari total rumah tangga petani adalah merupakan para petani dengan usia 34 tahun keatas. Sumber data yang lain menyebutkan, pada tahun 2013 usia para petani Indonesia terdiri dari 61,8% usia lebih dari 45 tahun, 26% usia 34-44 tahun dan 12% usia dibawah 35 tahun.

Bila persoalan ini tidak segera timbul langkah besar dan nyata untuk meghentikannya, bukan hal yang tak mungkin sawah-sawah akan sepi ditinggal para penggarapnya. Hal yang mungkin terjadi jika sawah dan lading yang telah selama ini menggantung hidup ratusan juta orang unutk memenuhi kebutuhan pangan dan ekonomi akan kehilangan kemampuan dalam produksinya. Kalaupun masih ada yang menggarap sawah-sawah itu, mereka hanya tinggal para petani tua yang semakin lama semakin berkurang produktivitasnya.

Beberapa hal yang membuat para generasi muda tidak tertarik dengan menjadi petani adalah masih adanya pesepsi negative terhadap profesi tani, petani masih berada disudut pandang sebagai pekerjaan kaum jelata, hasilnya tidak menjanjikan, masa depan suram, selalu rugi dan petani itu selalu bergelut dengan yang namanya kemiskinan.

Beri rating artikel ini!
Tag:
author

Penulis: