Kebiasaan Memberikan Gawai Saat Makan Akan Menjadi Kebiasaan Yang Buruk

Tulisan tersebut menjadikan semakin banyak pengamatan yang dapat menjadi luput dari kacamata awam, namun begitu menggelitik apabila dilewatkan. Salah satunya pemandangan yang makin sering terjadi di meja makan restoran: bayi-bayi maupun bocah di kursi tinggi di meja makan sambil disuapi matanya terpaku di hadapan layar ponsel.

Cara untuk membuat ‘anak duduk dengan tak bertingkah’ di waktu makan yang dinilai praktis serta pintar oleh orangtuanya (apalagi pengasuhnya), yang dengan tak disadari bakalan menuai perkara pada kemudian harinya.

Anak tak diajar jadi tertib saat berada di atas meja makan serta menikmati makanannya, melainkan malah pengalihan fokus yang jadi pilihan. Suatu hari, jangan marah apabila anak yang sama pada usia remaja bakalan lebih asik main dengan ponselnya, sementara keluarga yang berada di sekeliling meja makan dinilai bukan siapa-siapa.

Lebih parahnya lagi apabila anak itu suatu hari juga menjadi orangtua, yang sibuk sendiri atas nama pekerjaan yang ‘mesti diurus via telepon pintar’ daripada berinteraksi bersama keluarganya saat berada di atas meja makan.

Ini tidak masalah sopan santun lagi, namun hilangnya penghargaan atas eksistensi manusia di lingkungan sekitarnya. Juga bukan masalah pengalihan perhatian semata, namun ketidakmampuan menunda ketagihan serta kelekatan dalam media ciptaan manusia, ketimbang ketertarikan dengan manusianya sendiri.

Ponsel yang tiba-tiba hadir, raib maupun hilang sinyal jadi sebuah malapetaka besar untuk seorang remaja akhir-akhir ini, daripada orang tuanya yang tidak pulang rumah seharian. Mengerikan sekali apabila kita mulai berhitung, berapa jam anak-anak berinteraksi bersama gawai ketimbang dengan sungguh-sungguh berbicara, berdialog serta menatap sesamanya memakai seluruh panca indera serta empati.

Norma, etika, sopan santun, maupun kata lainnya adalah unggah-ungguh akhir – akhir ini jadi hal yang begitu dingin apabila tak mau disebut ‘tak dipahami’ sama sekali. Jangankan dengan orang lain, beperilaku sopan serta jadi hormat, memberi penghargaan dengan diri sendiri juga jarang saya temui dalam manusia milenial sekarang ini.

Tag:
author

Penulis: