Sanusi Didakwa Terima Suap Rp 2 Miliar dan Pencucian Uang Rp 45 Miliar

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta non aktif Mohamad Sanusi menjadi saksi Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja terkait kasus suap pembahasan rancangan peraturan daerah tentang reklamasi di Pengadilan Tindakan Pidana Korupsi, Jakarta, Senin(18/7/2016). Selain Sanusi, anggota DPRD Merry Hotma dan Bestari Barus juga menjadi saksi bos Agung Podomoro Land.

Jakarta – M Sanusi hari ini mejalani sidang terkait kasus suap reklamasi teluk jakarta beberapa bulan lalu, sidang yang berlangsung hari ini Rabu (24/8/2016) di Pengadilan negri Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Sanunusi di dakwa menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari PT Agung podomoro Land melalui Asisstant President Director PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro, dakwaan tersebut di bacakan oleh jaksa Ronald F Worotikan.

Uang yang di berikan M sanusi bertujuan agar pengesahan dan pembahasan raperda tentang  Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta dapat segera terrealisasi dan membantu perusahaan  arisman agar bisa di masukkan kedalam pasal-pasal reperda tentang reklamasi pulau G.

Selain itu, M Sanusi juga didakwa terkait tindak pidana pencucian uang  senilai Rp 45 miliar yang di belikan untuk membeli mobil, rumah dan tanah, saat penggledahan di rumah sanusi di temukan uang senilai 10 ribu dolar yang tersimpan di dalam brankas, hal tersebut di curigai merupakan uang hasil tindak pidana, hal itu di sampaikan jaksa saat membacakan dakwaan kepada M Sanusi di ruang sidang.

Atas ulah tersebut sanusi di dakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah tertulis dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

Sumber/detik

 

Tag:
author

Penulis: